Minggu, 02 Juni 2013


     Gejala Kapilaritas

          Gejala kapilaritas ialah menariknya atau menurunnya permukaan cairan di dalam suatu pipa dengan diameter yang cukup kecil bila pipa itu dicelupkan dalam suatu cairan secara tegak. Pipa tersebut disebut juga sebagai pipa kapiler. Jika permukaan cairan dalam pipa nampak lebih tinggi daripada yang di luarnya maka permukaan di dalam pipa tersebut akan nampak cekung, sebaliknya jika lebih rendah akan nampak cembung. Hal ini dapat diterapkan dengan menggunakan hokum Newton yang sekaligus memasukkan factor tegangan permukaan dan tegangan hidrostatika.

Gambar  gejala kapilaritas
  
Berdasarkan hukum Newton tentang aksi reaksi, pipa akan melakukan gaya yang sama besar pada zat cair, tetapi dalam arah yang belawanan. Gaya inilah yang menyebabkan zat cair naik, zat cair akan berhenti naik ketika berat kolom zat cair yang naik sama dengan gaya keatas yang dikerjakan pipa pada zat cair.

Jika massa jenis zat cair adalah r, tegangan permukaan  , sudut kontak  dan kenaikan zat cair adalah h, dan jari-jari pipa kapilaer adalah r, maka berat zat cair yang naik adalah :

w = m.g
= r V g
= rr2 h g

Komponen gaya vertikal yang menarik zat cair sehingga naik setinggi hadalah
F = (  cos)(2r)
          = 2r cos


Dengan kedua persamaan diatas dapat di peroleh bahwa
rr2 h g = 2r cos
h =

      Gaya-gaya yang bekerja pada kolom cairan dalam pipa yang bersifat hidrostatika pada bagian atas dan bagian bawah kolom tersebut saling meniadakan. Jadi tinggal keseimbangan antara gaya tegangan permukaan pada dinding pipa dan gaya berat kolom zat cair. 

Gejala kapilaritas banyak dijumpai dalam kehidupa sehari-hari , contohnya pada peristiwa naiknya minyak tanah melaui sumbu kompor dan pengisapan air pada tumbuh-tunbuhan. Disamping keuntungan, ternyata kapilaritas juga mempunyai kerigian, contonya naikknya air melalui dinding rumah pada waktu hujan.






                 Sumber :
Supianto.2006. Fisika Kelas XI SMA. Bandung. Phibeta.
Kanginan. Marthen.2006. Fisika Kelas XI SMA. Jakarta. Erlangga.
Kanginan. Marthen.1994. Seribu Pena Fisika SMA. Jakarta. Erlangga.


0 komentar:

Poskan Komentar